Selasa, 18 Desember 2012

Lagu Ini sebagai Pengingat dan Penyemangat



Tulisan ini ku persembahkan bagi teman-teman yang mengalami keterbatasan atau disfungsi anggota tubuh.
            Sebuah lagu yang sedikit membuatku bisa untuk semangat dan tersenyum. Lagu anak-anak memang, tapi bagiku lagu ini sangat membangkitkan jiwa hidup ini. Judul lagunya; “Tanganku Kerja Buat Tuhan“. Liriknya seperti ini :
Tanganku Kerja Buat Tuhan,
Mulutku Puji Nama-Nya,
Kakiku berjalan cari Jiwa,
Upahmu besar di Surga…
            Lagu ini singkat, namun sangat kaya akan makna bagi saya, mungkin juga bagi kita semua dalam menjalani hidup ini. Mungkin bagi saya baik untuk jadi bahan perenungan bersama. Betapa beruntungnya kita, karena memiliki dua tangan, memiliki mulut, memiliki sepasang kaki. Pertanyaannya adalah, bagaimana ketika ada dari antara kita dianugerahi Tuhan tidak memiliki kedua tangan atau tangan tidak lengkap, memiliki mulut namun tidak bisa berkata-kata dan memuji, memiliki kaki dan tangan namun tidak sepasang ?.
            Sepasang tangan dan sepasang kaki serta satu mulut di beri oleh Yang Maha Kuasa sebagai sarana atau alat yang baik untuk digunakan sebagai pondasi ibarat sebuah rumah. Kedua tangan ini digunakan untuk bekerja, memberi dan menopang lewat uluran tangan untuk menolong sesama. Dengan tangan dapat meraih sesuatu, dengan tangan bisa merampas dan mencuri, melalui tangan kita bisa berkreasi dan berkarya.
            Sepasang kaki digunakan untuk melangkah berjalan, dengan kaki kita bisa mengembara. Dengan kaki kita bisa melangkah kemana pun arah yang ingin dituju. Sepasang kaki membuat kita untuk kuat dan kokoh berdiri, kaki mampu melangkah dengan dimulai dengan langkah pertama.
            Mulut memiliki peranan yang sangat besar bagi kita manusia, melalui mulut kita bisa makan, melalui mulut kita bisa bicara. Mulut sangat berpengaruh, melalui mulut kita berkata-kata, dengan mulut kita mampu berucap, dengan mulut kita bisa menyatakan bahagia dan marah. Mulut membuat manusia bisa bersosialisasi dan berkompromi, dengan mulut kita bisa bernyanyi, tertawa, mengungkap kemarahan serta cinta.
            Kelengkapan akan anggota tubuh memang sangat membantu didalam kehidupan ini. Namun terkadang hidup yang di anugerahi oleh Tuhan berupa tangan dan kaki yang lengkap banyak diantaranya yang tidak mensyukuri itu. Ada yang menggunakan kaki dan tangan hanya untuk mencuri dan berkelahi, ada juga yang menggunakan kaki dan tangan untuk berbuat baik dan menolong sesama dengan bijaksana.
             Lalu bagaimana dengan nasib sesama yang dianugerahi hidup dengan keterbatasan???. Kerap kali mereka menjadi bahan perolokan, jadi bahan caci maki dan tidak dianggap. Namun patut di syukuri teman-teman yang memiliki keterbatasan ada yang mampu berbuat sesuatu dengan karya dan karsanya. Banyak diantara mereka yang hidup penuh dengan kebahagiaan dan suka cita, penuh dengan perbuatan dan penuh dengan kasih sayang serta mampu menjadi sumber motivasi bagi orang lain dan sesama.
            Hidup kita manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan penuh kekurang dan kelebihan. Kita semua diwajibkan untuk saling menerima keadaan dan mensyukuri itu sebagai anugerah terindah. Bukankah kita diciptakan untuk saling berbagi, untuk saling menghormati serta saling melengkapi. Nyatakan perbuatan hidup dengan kekurangan dan kelebihan kita perbuatan tanpa banyak mengeluh dan rapuh, tanpa tangis dan derita. Jangan sesali hidup, terus tersenyumlah, teruslah semangat, terus berkarya dan buatlah hidup ini berarti bagi semua dan sesama, karena upahmu besar di Surga.

@ Petrus Kanisius “Pit”, Ketapang, Kalbar, 18/12/12.

Kamis, 06 Desember 2012

Berhentilah untuk........



Sambungan dari Berhentilah untuk I : Berhentilah untuk........

Bagian  II :
Hidup dalam perjalanan hidup atau menjalani hidup sering kali mengalami cobaan, seringkali kita mengeluh dengan keadaan. Berhentilah untuk menangisi keadaan. Buatlah rangkaian cobaan itu sebagai sebuah kekuatan untuk maju dan terus melangkah.
Tangis, derita, kecewa dan perih yang dirasakan sebagai ungkapan ketidakmampuan atau kekesalan akan suatu persoalan seringkali mendera hidup ini. Setiap persoalan dalam hidup ini tidak kunjung usai mendera, namun kita diajarkan untuk terus bersabar dengan keadaan/persoaalan yang mendera. Berhentilah bersedih. Buatlah diri kuat untuk menghadapi segala perkara. Setiap perkara sebagai sumber kekuatan untuk menjadikan hidup lebih berarti.
Sebuah janji dalam hidup / menjalani hidup sebagai tanda perbuatan hidup atau kehidupan yang harus dijalankan untuk ditepati. Sebuah janji dapat dikatakan sebagai komitmen. Berhentilah untuk berjanji bila tidak bisa memenuhi janji. Sebuah janji sesungguhnya merupakan hutang.
Kekuatan akan pikiran dan perbuatan bisa mempengaruhi hidup ini terutama diri. Kekuatan pikiran dan perbuatan tidak terlepas dari hal positif dan negatif selalu beriringan dalam hidup ini. Hidup / kehidupan manusia sering di hadapkan dengan dua hal ini. Berhentilah untuk berpikiran negatif. Pikiran dan perbuatan negatif ibarat mata pisau.    
Seringkali kita dalam hidup ini membanggakan diri atau sombong yang berlebihan terhadap orang lain tentang capaian / keberhasilan, kekuasaan dan kekayaan. Tuhan menciptakan manusia untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Sering kali kita tidak mengganggap orang kecil / tidak berdaya / orang kurang dari segi kecukupan materi dan lain sebagainya. Berhentilah untuk  sombong dan keras kepala. Kita hidup diajarkan utntuk saling berdampingan, bersama dan melengkapi.
Hidup di bumi ini hanya sesaat, kapan dan dimana kita tidak mengetahui akhir dari hidup atau kehidupan ini. Buatlah hidup itu apa adanya mengalir seperti air,  tanpa memaksa /paksaan dan menyesali. Sesunggunya hidup ini sumber anugerah.
@ Sebuah Perenungan Siang; Pit, Ketapang, Kalbar 07/12/12.
  


HIDUP BUKAN BERARTI.....



Memberi bukan berarti  melimpah,
Menerima bukan berarti menadah,
Mencintai bukan berarti  bahagia,
Menderita bukan berarti kecewa,
Miskin bukan berarti lemah,
Kaya bukan berarti kuat,
Sehat bukan berarti  sempurna,
Sakit bukan berarti tidak berdaya,
Menghargai bukan berarti menerima,
Suci  bukan berarti  tidak dosa,
Mengaduh bukan berarti mengeluh,
Mencoba bukan berarti bisa,
Tertawa bukan berarti tidak menangis,
Menangis bukan berarti berserah,
Menyerah bukan berarti kalah,
Benar bukan berarti tidak salah,
Cuek bukan berarti tidak ramah,
Benci bukan berarti tidak sayang.

HIDUP BERARTI, BUKAN BERARTI TANPA ILAHI.

SYUKURI ANUGERAH HIDUP SEBAGAI  HADIAH TERINDAH DARI-NYA.

@PIT,Ketapang, Kalbar.05/12/12.

Senin, 26 November 2012

Berhentilah untuk........

Bagian I :
Hidup dan perjalanan hidup manusia selalu diwarnai dengan bumbu-bumbu, warna-warni dan dipenuhi dengan berbagai dinamika dan logika yang real terjadi.

Perjalanan hidup dipenuhi dengan teka-teki yang sulit untuk dilalui, diketahui dan diprediksi. Demikian pula degan hidup ini dalam menjalani hidup, terkadang hidup selalu ingin sesuai dengan kemauan dan keinginan. Namun tidak semuanya dapat dikatakan sebagai sebuah ketakutan. Berhentilah untuk takut, bangkit dan mencobalah dan terus mencobalah. 

Realita tentang hidup memang sulit untuk dimengerti, dipahami dan dirasakan. Proses hidup memang sangat membutuhkan kesabaran, pengertian dan harus bisa menerima apa adanya tanpa ada dusta dan air mata. Berhentilah untuk menyesali, berubahlah kearah yang lebih baik dan belajarlah dari kesalahan. 

Kehidupan sejatinya menerima segala persoalan sebagai tantangan untuk meraih dan mendapatkan apa yang ingin dirasakan. Sumber hidup dalam kehidupan pada kenyataan adalah menerima kenyataan dan takut akan kenyataan. Berhentilah mengeluh, kuatkan sumber persoalan sebagai sumber penyemangat dan hidup merupakan sumber berkat dan anugerah dari Yang Kuasa. 

Sumber kasih atau cinta dalam hidup adalah perbuatan. Perbuatan yang selalu diperoleh, dipupuk dan didapatkan dengan saling terbuka, apa adanya dengan sesama dan semua. Kasih terkadang beriringan dan kasih diperoleh dengan suka dan duka hidup. Tidak semua kasih dapat di raih dan tidak semua kasih dapat diterima. Berhentilah menangisi kasih/cinta bila tak sampai, buatlah kasih/ cinta untuk semua dan sesama tanpa mengharapkan imbalan.

Satu kejujuran dalam hidup sangat dibutuhkan. Kejujuran menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan. Berhentilah berbohong/berdusta. Berbohong ataupun sikap tidak jujur hanya akan membuat hidup penuh dengan kemunafikan dan membuat hidup selalu cemas dan tidak tenang. 

Sumber maaf/ menyesali semua kesalahan dan dosa terhadap Tuhan serta sesama merupakan sikap atau perbuatan untuk selalu memperbaiki situasi atau keadaan. Berhentilah dendam/memusuhi sesama. Belajarlah untuk saling menerima dan saling memaafkan.

Kehidupan atau hidup kita semua manusia di dunia ini hanya sementara, tidak ada yang sempurna dan kekal didunia ini. Berhentilah untuk membedakan/perbedaan. Hidup saling melengkapi sudah menjadi kodrat. Terimalah hidup apa adanya.
 
Bersambung…..
Sebuah perenungan Sore, Katapang, Kalbar. @Pit 26/11/12.

Bahan Bacaan & Belajar : Penulisan Press Release


foto : Internet.

 Press Release atau siaran pers menurut Soemirat dan Ardianto (2004) adalah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh Public Relations (PR) suatu organisasi/ perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers/ redaksi media massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut.
Meskipun semua press release yang dibuat PR memiliki format yang sama, sebenarnya memiliki perbedaan penekanan pada informasinya yaitu:
  • Basic Press Release mencakup berbagai informasi yang terdapat di dalam suatu organisasi/ perusahaan yang memiliki berbagai nilai berita untuk media lokal, regional atau pun nasional;
  • Product Release mencakup transaksi tentang target suatu produk khusus atau produk reguler lainnya untuk suatu publikasi perdagangan di dalam suatu industri;
  • Financial Release digunakan terutama dalam membina hubungan dengan pemegang saham.
Penulisan press release layak muat apabila cara menulisnya seperti halnya wartawan menulis berita langsung (straight news) dengan gaya piramida terbalik (inverted pyramid). Dimulai dengan membuat lead/ teras berita/ kepala berita sebagai paragraf pertama yang mengandung unsur 5W + 1H (What: apa yang terjadi? Where: dimana terjadinya? When: kapan peristiwa tersebut terjad? Who: siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Why: mengapa peristiwa tersebut terjadi? How: bagaimana berlangsungnya peristiwa tersebut?).
Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini digunakan dengan alasan: Pertama, pembaca dikategorikan sebagai orang sibuk dan mempunyai waktu yang singkat untuk mendapatkan berita-berita yang faktual. Kedua, redaksi media massa harus memotong Press Release tersebut tanpa mengurangi isi pokoknya. Ketiga, redaksi tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca keseluruhan Press Release. Sebelum redaksi memutuskan dibuang atau dipakai release tersebut, mereka harus tahu dengan cepat apa keseluruhan isi release itu (Cole dalam Soemirat dan Ardianto, 2004).
Setelah menulis lead sebagai paragraf pertama, kembangkan lead itu dalam paragraf kedua untuk menjelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan atau mendukung paragraf pertama yang perlu dijelaskan. Kemudian masuk kepada tubuh berita. Penulisan dengan gaya piramida terbalik ini berarti menulis berita dari mulai yang sangat penting (lead) sampai kepada semakin tidak penting. Sedangkan judul diambil dari lead (berita yang sangat penting tadi).
Mappatoto (1993) menggambarkan struktur piramida terbalik dalam pembuatan siaran pers sebagai berikut:
prrr
Di sini dijelaskan bahwa judul berfungsi sebagai etalase berita yang harus ditulis dengan bahasa yang jernih sehingga tidak menimbulkan pengertian ganda. Baris tanggal adalah ruang untuk menunjukkan tempat berita dibuat dan tanggal pembuatan berita. Sebaris dengan “creditline” yang menunjukkan jati diri media. Alinea pertama dari berita disebut pusat perhatian maksimal atau teras, atau lead, atau intro dari berita yang dapat disarikan untuk dijadikan judul berita. Isi teras berisi jawaban semua unsur 5 W + 1 H (disebut teras formal) atau jawaban dari dua atau tiga unsur saja (teras informal). Sesudah teras bagian berikutnya disebut Tubuh Berita, tempat menguraikan lebih lanjut unsur-unsur tersebut. Latar berita merupakan keteranga yang akan memperjelas unsur “siapa, apa, dimana, mengapa, dan bagaimana”. Sedangkan bagian rangkuman sebenarnya merupakan latar yang berisi “catatan dibuang sayang” dari suatu peristiwa. Bagian ini dapat dipotong kalau ruangan tidak mengijinkan.
Austin (1996) menyarankan agar PR membaca surat kabar––lokal dan nasional––dan mempelajari gaya bahasa yang mereka gunakan. Tulislah siaran pers dengan gaya surat kabar yang akan dikirimi tulisan tersebut. Siaran pers yang ditulis harus meniru gaya artikel dalam surat kabar itu. Sebagai contoh bila mereka selalu mencetak nama lengkap gunakan nama lengkap dan bukannya singkatan.
Untuk menarik perhatian pembaca, Austin menjelaskan beberapa aturan dasar yang biasa digunakan wartawan untuk menarik perhatian pembaca. Aturan tersebut juga berlaku ketika menulis siaran pers, yaitu:
  • Memilih judul yang positif (aktif) dan bukannya pasif.
  • Paragraf pertama (lead) harus tajam dan ringkas; antara 12 sampai 20 kata merupakan ukuran yang ideal.
  • Usahakan supaya kalimat dan paragraf pendek-pendek.
  • Hindari kata yang berlebihan seperti “ini” dan “itu”, serta kata keterangan dan kata sifat yang tidak perlu. Anda tidak perlu mengatakan bahwa sesuatu “hebat” atau “fantastis”. Kalau itu sehebat yang anda nyatakan, maka akan jelas dengan sendirinya dari teks yang anda tulis.
  • Hindari kata-kata panjang karena kolom surat kabar sempit.
  • Hindari istilah khusus dan penggunaan singkatan.
  • Jawab enam pertanyaan ––siapa, mengapa, apa, bilamana, di mana dan bagaimana. Kalau anda tidak menjawab keenam pertanyaan ini maka siaran pers anda tidak berisi semua informasi yang diperlukan wartawan.
  • Jangan menulis awal, bagian tengah dan akhir. Masukkan semua butir yang penting pada awal siaran pers. Kalau artikelnya terlalu panjang mereka akan memotongnya dari bawah dan jika Anda meletakkan butir-butir yang paling penting pada akhir berita, maka bagian itu tidak akan termuat.
  • Tulislah berita dan bukan pandangan (harus berdasarkan fakta).
  • Selalu periksa kembali ejaan nama orang.
  • Ketiklah siaran pers hanya pada satu sisi kertas saja dengan spasi rangkap. Berikan margin yang cukup pada semua sisi halaman.
  • Selalu beri tanggal pada siaran pers.
  • Selalu cantumkan nama kontak dan nomor telepon di siang hari pada bagian bawah siaran.
  • Buatlah siaran pers sesingkat mungkin.
Berkaitan dengan press release Jefkins (2003) mengungkapkan hal-hal terpenting perihal pers yang harus diketahui oleh seorang praktisi PR:
  • Kebijakan editorial. Hal ini mengungkapkan pandangan dasar dari suatu media yang dengan sendirinya akan melandasi pemilihan subjek-subjek yang akan dicetak atau yang akan diterbitkannya. Selain itu aturan keredaksian dan aturan kewartawanan juga perlu diketahui PR dalam menulis dan mengirimkan press release.
  • Frekuensi penerbitan. Setiap terbitan punya frekuensi penerbitan yang berbeda-beda, bisa harian, mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Hal itu perlu diketahui oleh para praktisi PR, sehingga dapat menyesuaikan diri dalam pembuatan press release.
  • Tanggal/tenggat terbit. Kapan tanggal dan saat terakhir sebuah naskah harus diserahkan ke redaksi untuk penerbitan yang akan datang? Hal ini ditentukan oleh frekuensi dan proses percetakannya. Hal ini penting diketahui praktisi humas karena kerap kali siaran pers yang dikirimkan tidak bisa termuat karena terganjal oleh tenggat terbit.
  • Proses percetakan. Hal ini wajib diketahui oleh praktisi humas sehingga pemuatan press release bisa sesuai dengan yang hiharapkan.
  • Daerah sirkulasi. Apakah jangkauan sirkulasi dari suatu media itu berskala lokal, pedesaan, perkotaan, nasional atau internasional. Hal ini dinilai sangat penting agar pesan yang disampaikan efektif dan efisien.
  • Jangkauan pembaca. Berapa dan siapa saja yang membaca jurnal atau media yang bersangkutan? Seorang praktisi PR juga dituntut untuk mengetahui kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, minat khusus, kebangsaan, etnik, agama, hingga ke orientasi politik dari suatu khalayak pembaca media.
  • Metode distribusi. Praktisi PR juga perlu mengetahui metode-metode distribusi suatu media, apakah eceran atau langganan. Kemudian ihwal tiras juga patut diketahui dalam upaya efektivitas dan efisiensi komunikasi yang dijalankan.
Abdullah (2000) mengatakan bahwa yang dinomorsatukan oleh wartawan atau redaktur dalam menilai sebuah peristiwa yang akan menjadi berita adalah nilai jurnalistiknya. Hal serupa diberlakukan pula kepada rilis yang masuk yang dikirimkan oleh lembaga humas, atau materi sebuah jumpa pers, juga kegiatan khusus (special event) hingga hasil wawancara dengan narasumber. Meskipun nilai jurnalistik masing-masing media relatif berbeda, para praktisi media massa di seluruh dunia memiliki patokan unsur-unsur yang memiliki nilai jurnalistik, yaitu: aktualitas, kedekatan (proximity), penting, keluarbiasaan, ketegangan, konflik atau pertentangan, seks, kemajuan, emosi, dan humor. Kemudian ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengiriman press release:
  • Kirimkan secepat mungkin. Artinya, jika kegiatan berlangsung hari itu, kirimkan hari itu juga. Jangan menunda hingga esok harinya, kecuali jika pelaksanaannya adalah malam hari.
  • Jika pengirim siaran pers sudah mengenal nama wartawan sesuai bidangnya, tujukanlah pada wartawan tadi.
  • Pengiriman bisa pula melalui faksimili (atau e-mail).
  • Jika melampirkan foto atau cetakan berwarna atau contoh produk, lebih baik melalui kurir.
  • Konfirmasikan kembali melalui telepon, apakah siaran pers tadi sudah diterima atau belum.
Adakalanya siaran pers ini melengkapi acara jumpa pers atau konferensi pers sehingga para kuli tinta tidak salah mengutip pernyataan atau data yang ada. Karena itulah menurut Abdullah (2000) ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan konferensi pers atau jumpa pers:
  • Jangan mengundang wartawan secara mendadak karena biasanya wartawan sudah memiliki jadwal kerja yang padat.
  • Hargailah waktu wartawan, jangan menunda waktu yang telah dijadwalkan.
  • Jangan mengundurkan waktu hanya karena ada wartawan yang belum datang.
  • Wartawan paling menyukai acara jumpa pers pagi hari.
  • Hindari jumpa pers pada hari libur.
  • Hindari jumpa pers yang jaraknya sangat jauh.
  • Jika ingin suasana santai, jumpa pers bisa pula di rumah makan atau tempat rileks lainnya.
  • Hadirkanlah orang yang mempunyai kredibilitas sehingga menambah bobot acara jumpa pers.
  • Jangan “mengusir” wartawan yang datang tidak diundang sejauh ia betul-betul membutuhkan informasi untuk berita.
  • Sediakan bahan-bahan atau data tertulis sebagai pelengkap tulisan/ berita yang akan ditulis wartawan. Apakah itu proposal, brosur, rilis dan lain-lain.
  • Masukkan bahan-bahan tadi dalam map atau amplop.
  • Jika akan memberi cinderamata atau uang transportasi, masukkanlah ke dalam amplop besar atau map tadi.
  • Hindari jumpa pers satu arah. Berilah kesempatan wartawan untuk bertanya.
  • Jangan heran apabila dalam kesempatan itu wartawan akan bertanya pula tentang materi lain di luar materi yang dijumpaperskan.
  • Hindari jawaban “No Comment” dalam diskusi, sebab jawaban ini mengesankan pembenaran dari pernyataan wartawan.
  • Khusus dalam Press Briefing karena dilakukan secara reguler dalam kegiatan besar, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:
  1. Susunlah jadwal yang pasti, siapa yang tampil sebagai narasumber dan siapkan data yang akurat.
  2. Konfirmasikan dahulu, apakah narasumber yang akan ditambilkan itu bersedia muncul dalam pertemuan dengan wartawan.
  3. Siapkan bahan-bahan tertulis dalam press room yang disediakan.
  4. Buatlah jurnal harian yang akurat dan lengkap.
  5. Sediakan press room yang memadai yang dilengkapi dengan berbagai sarana komunikasi dan pengetikan
PR Online
PR Online atau biasa disebut E-PR muncul ketika internet memainkan peranan penting dalam perkembangan ICT (Information and Communication Technologies). Sehingga kalangan bisnis memandang internet bisa menjadi media komunikasi strategis untuk menjalankan fungsi PR dalam organisasi. E-PR kemudian menjadi tantangan baru bagi strategi PR yang selama ini dilakukan secara offline.
Istilah E-PR merupakan bentuk penerapan perangkat ICT untuk kegiatan PR. Seperti menyebarkan press release, membangun komunikasi dengan stakeholders, mempublikasikan kegiatan perusahaan dan sebagainya. Saat ini parktisi PR mau tidak mau harus memanfaatkan ICT untuk menjalankan komunikasi yang efektif dan efisien. Mengirimkan press release kini tidak lagi melalui pos atau fax, tapi cukup melalui email. Sejumlah korporat yang memiliki website dan dikelola dengan baik, juga mempublikasikan press release di website-nya, sehingga media tinggal men-download. Misalnya di www.bi.go.id, www.pertamina.com, www.depdag.com, dan lain-lain.
Saat ini praktisi PR dituntut bisa memposisikan diri dalam E-PR. Sehingga sumber daya manusia yang dibutuhkan korporat adalah orang yang handal berselancar di dunia maya dan tahu ke mana saja mereka harus berselancar untuk membangun corporate image. Seperti dikatakan pakar bisnis dan ICT BJ Onggo, seorang praktisi E-PR harus mampu mengembangkan content untuk format distribusi apa saja (media cetak, radio, TV, situs web, e-mail, iTV, PDA, WAP, Usenet dan sejenisnya) agar dapat dengan tepat menjangkau berbagai macam audiens.
Berikut ini beberapa manfaat yang diperoleh organisasi bila menerapkan E-PR:
  • Real time. Aktivitas komunikasi bisa dilakukan dengan cepat
  • Komunikasi konstan. Karena E-PR menggunakan internet maka internet ibarat sekretaris yang tidak pernah tidur selama 24 jam dengan potensi target publik seluruh dunia.
  • Interaktif. Penggunaan E-PR memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah, karena publik bisa memberikan feedback secara langsung dan cepat.
  • No boundaries. Tidak ada batasan komunikasi dalam E-PR, sehingga bisa terhubung ke mana saja selama ada jaringan internet.
  • Multi media. E-PR dapat menyajikan informasi kepada publik dengan menggabungkan berbagai media seperti tulisan (script), gambar (grafis), dan suara (audio), bahkan audio-visual (film, video) dalam satu kesatuan.
  • Ekonomis. Komunikasi menggunakan internet untuk menjangkau publik yang luas lebih murah daripada media konvensional.
Beberapa perangkat yang sering digunakan dalam E-PR:
  • Email. Biasanya untuk mengirimkan surat-surat elektronik, press release, dan informasi lainnya.
  • Milis atau mailing list. Berisi kumpulan alamat email yang saling terhubung untuk membentuk komunitas tertentu. Misalnya antara organisasi dengan publik.
  • Website. Untuk mempublikasikan berbagai informasi tentang organisasi kepada publik, baik itu profil, berita, press release, dan informasi penting lainnya.
  • Jejaring Sosial. Membangun hubungan dengan audiens bisa menggunakan situs jejaring sosial seperti friendster, facebook, dan lain-lain.
  • E-Bussiness Card. Kartu bisnis elektronik bisa dikirimkan ke banyak audiens.
Referensi
Abdullah, Aceng. 2000. Press Relations. Kiat Berhubungan dengan Media Massa. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Austin, Claire. 1996. Public Relations yang Sukses dalam Sepekan. Megapoin, Jakarta.
Jefkins, Frank. 2003. Public Relations. Edisi Kelima. Direvisi Oleh Daniel Yadin. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Mappatoto, Andi B. 1993. Siaran Pers. Suatu Kiat Penulisan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Soemirat, Soleh dan Ardianto, Elvinaro. 2004. Dasar-dasar Public Relations. Cetakan Ketiga. Remaja Rosdakarya, Bandung.
Beberapa sumber lainnya yang relevan