Prinsip-prinsip Dasar yang Harus Diketahui Wartawan dalam Menulis Berita
Ada lima syarat menulis berita, yaitu:
- Kejujuran: apa yang dimuat dalam berita harus merupakan fakta yang
benar-benar terjadi. Wartawan tidak boleh memasukkan fiksi ke dalam
berita.
- Kecermatan: berita harus benar-benar seperti kenyataannya dan
ditulis dengan tepat. Seluruh pernyataan tentang fakta maupun opini harus
disebutkan sumbernya.
- Keseimbangan:
Agar berita seimbang harus diperhatikan:
- tampilkan fakta dari masalah pokok
- jangan memuat informasi yang tidak relevan
- jangan menyesatkan atau menipu khalayak
- jangan memasukkan emosi atau pendapat ke dalam
berita tetapi ditulis seakan-akan sebagai fakta
- tampilkan semua sudut pandang yang relevan
dari masalah yang diberitakan
- jangan gunakan pendapat editorial
- Kelengkapan dan kejelasan:
Berita yang lengkap adalah berita yang memuat jawaban atas pertanyaan who,
what, why, when, where, dan how.
- Keringkasan:
Tulisan harus ringkas namun tetap jelas yaitu memuat semua informasi
penting.
Struktur Berita dan Induk Berita
Judul berita sangat penting untuk mengantarkan
pembaca masuk ke dalam berita. Ia digunakan untuk merangkum isi berita kepada
pembaca mengenai isi berita. Karenanya, penulisan judul berita hendaknya dibuat
dengan mengikuti kaidah penulisan judul berita
Judul berita memiliki beberapa fungsi, yakni
untuk menarik minat pembaca; merangkum isi berita; melukiskan “suasana berita”;
menserasikan perwajahan surat kabar.
Judul berita sebaiknya sesuai dengan teras
berita. Artinya, tidak ada pertentangan antara keduanya. Judul juga sebaiknya
memakai kalimat positif serta diusahakan senetral mungkin. Prinsip cover both
side (menampilkan dua sisi dalam pemberitaan) diimplementasikan – salah satunya
– dalam penulisan judul berita. Selain itu judul berita juga sebaiknya dibuat
dengan menggunakan kata-kata yang sederhana dan sejelas mungkin.
Teknik Menulis Teras Berita
Teras berita adalah modal utama seorang reporter
untuk menarik minat pembaca sehingga pembaca akan terus tertarik untuk membaca
sampai selesai berita yang ditulisnya.
Teras berita yang baik menyampaikan secara
ringkas intisari persoalan yang diberitakan. Intisari persoalan adalah fakta
yang paling penting dari seluruh fakta dari persoalan itu. Menentukan fakta
yang penting adalah sama halnya dengan menentukan nilai berita itu (news
value). Pada umumnya sesuatu yang penting itu sekaligus sesuatu yang menarik.
Dengan demikian jika penulis telah menemukan fakta terpenting untuk ditampilkan
dalam lead, ia tinggal menulis lead itu dengan menarik.
Pedoman untuk menulis teras berita adalah:
singkat, spesifik, identifikasi dengan jelas, hindari bentuk pertanyaan atau
kutipan, beri keterangan waktu dengan tepat dan keterangan dengan tepat. Adapun
jenis-jenis berita adalah: ringkas, kutipan, teras berita menunjuk, pertanyaan,
deskripsi, latar belakang, kontras, lead memukul, dan lead aneh.
Teknik Menulis Tubuh Berita
Tubuh berita (news body) merupakan tempat di mana
berita terletak. Dalam tubuh beritalah pembaca dapat mengetahui berita yang
sesungguhnya, dalam arti bukan rangkuman. Karena tubuh berita menyimpan
informasi yang penting, tubuh berita hendaknya ditulis semenarik mungkin,
sehingga mampu membuat pembaca terus membaca berita tersebut, namun dengan
tetap menjaga keringkasan berita (karena ruang yang terbatas dalam surat
kabar).
Tubuh berita dapat disusun dengan susunan
piramida terbalik, dengan susunan kronologis, maupun dengan susunan di mana
informasi penting diletakkan di belakang.
Selain teknik penyusunan tubuh berita, membuat
berita yang baik juga dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kesatuan tubuh
berita. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengulangi kata-kata kunci; memakai
kata maupun frase transisi yang tepat serta menyusun struktur berita dengan
benar dan mengalir.
Di samping itu kekuatan tubuh berita dapat pula
dibangun dengan menyertakan kutipan, baik langsung maupun tidak langsung, dari
sumber berita; menyertakan nama/jabatan sumber berita (attribution); memberi
identifikasi yang jelas tentang siapa sumber berita serta menyertakan latar
belakang berita.
Penerapan Penulisan Berita
Setelah mendapatkan fakta-fakta secara lengkap di
lapangan, maka pekerjaan berikut adalah menuangkannya ke dalam tulisan yang
sesuai dengan prinsip-prinsip jurnalistik yang baik. Pada bagian ini Anda telah
mempelajari apa yang harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan tulisan
jurnalistik, yakni: melaporkan secara menyeluruh, menuliskannya secara
sistematis dan berstruktur, menggunakan tata bahasa yang benar dan tepat,
hemat, serta menghadirkan intensitas dan warna. Tiga hal yang disebutkan
belakangan dapat terpenuhi jika Anda menerapkan prinsip-prinsip bahasa
jurnalistik. Terakhir, sebelum Anda menerbitkan tulisan Anda, pertimbangkan
akan ketentuan hukum yang berkaitan dengan dunia pers dan kode etik akan
menjadikan Anda seorang wartawan yang bijaksana.
Analisis Tulisan
Setelah mengamati dan menganalisis contoh tulisan
jadi yang disiarkan media massa, Anda dapat merasakan betapa sebenarnya tidak
mudah untuk membuat tulisan yang baik. Kurangnya informasi yang digali dari
lapangan, menyebabkan tidak jelasnya laporan yang ditulis. Informasi yang
lengkap pun belum tentu dengan sendirinya menjamin laporan yang dibuat akan
baik. Pengabaian prinsip-prinsip penulisan yang dibahas di awal modul ini juga
akan membuat laporan yang dihasilkan kurang sempurna. Jebakan lain yang mungkin
kurang disadari penulis adalah berlebihnya hasil reportase sehingga penulis
merasa sayang untuk membuang keterangan yang tak perlu.
Contoh tulisan ini sengaja tidak diperbaiki secara
keseluruhan tetapi hanya pada bagian-bagian tertentu saja. Hal ini pertama
karena tidak cukupnya keterangan atau fakta untuk membuat perbaikannya karena
contoh ini memang diambil dari media massa sehingga berkas laporan reporter
atau hasil wawancara dengan narasumber tidak ada kedua, agar tulisan tersebut
dapat dijadikan bahan latihan bagi Anda.
Pengertian Jurnalistik
Pengertian istilah jurnalistik dapat ditinjau dari tiga sudut pandang:
harfiyah, konseptual, dan praktis.
Secara harfiyah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan
atau kepenulisan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau
catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day).
Asal-muasalnya dari bahasa Yunani kuno, “du jour” yang berarti hari,
yakni kejadian hari ini yang diberitakan dalam lembaran tercetak.
Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang:
sebagai proses, teknik, dan ilmu.
1. Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah,
menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa.
Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).
2. Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau
“keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel,
feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan
peristiwa (reportase) dan wawancara.
3. Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan
penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media
massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis
dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri. Sebaga ilmu, jurnalistik
termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses
penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan
maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.
Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news
processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian
kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik:
informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa.
Informasi : News & Views
Informasi adalah pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam
dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views
(opini).
Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki
nilai berita (news values) –aktual, faktual, penting, dan menarik.
Berita disebut juga “informasi terbaru”. Jenis-jenis berita a.l. berita
langsung (straight news), berita opini (opinion news), berita
investigasi (investigative news), dan sebagainya.
Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atau peristiwa.
Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, surat pembaca,
karikatur, pojok, dan esai.
Ada juga tulisan yang tidak termasuk berita juga tidak bisa disebut opini,
yakni feature, yang merupakan perpaduan antara news dan views. Jenis
feature yang paling populer adalah feature tips (how to do it feature),
feature biografi, feature catatan perjalanan/petualangan, dan feature human
interest.
Penyusunan Informasi
Informasi yang disajikan sebuah media massa tentu harus dibuat atau disusun
dulu. Yang bertugas menyusun informasi adalah bagian redaksi (Editorial
Department), yakni para wartawan, mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur
Pelaksana, Redaktur Desk, Reporter, Fotografer, Koresponden, hingga
Kontributor.
Pemred hingga Koresponden disebut wartawan. Menurut UU No. 40/1999,
wartawan adalah “orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin”.
Untuk menjadi wartawan, seseorang harus memenuhi kualifikasi berikut ini:
1. Menguasai teknik jurnalistik, yaitu skill meliput dan menulis
berita, feature, dan tulisan opini.
2. Menguasai bidang liputan (beat).
3. Menguasai dan menaati Kode Etik Jurnalistik.
Teknis pembuatannya terangkum dalam konsep proses pembuatan berita (news
processing), meliputi:
1. News Planning = perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan
Rapat Proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan.
Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik.
Dalam rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan/berita yang akan
dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para wartawan.
2. News Hunting = pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan
pembagian tugas, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta
dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data
melalui literatur, dan wawancara.
3. News Writing = penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan
penulisan naskah.
4. News Editing = penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis harus
disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap ini
dilakukan perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah,
termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskah dengan
space atau kolom yang tersedia.
Setelah keempat proses tadi dilalui, sampailah pada proses berikutnya,
yakni proses pracetak berupa Desain Grafis, berupa lay out (tata letak),
artistik, pemberian ilustrasi atau foto, desain cover, dll. Setelah itu langsung
ke percetakan (printing process).
Penyebarluasan Informasi
Yakni penyebarluasan informasi yang sudah dikemas dalam bentuk media massa
(cetak). Ini tugas bagian marketing atau bagian usaha (Business Department)
–sirkulasi/distribusi, promosi, dan iklan. Bagian ini harus menjual media
tersebut dan mendapatkan iklan.
Media Massa
Media Massa (Mass Media) adalah sarana komunikasi massa (channel
of mass communication). Komunikasi massa sendiri artinya proses penyampaian
pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.
Ciri-ciri (karakteristik) medi massa adalah disebarluaskan kepada khalayak
luas (publisitas), pesan atau isinya bersifat umum (universalitas), tetap atau
berkala (periodisitas), berkesinambungan (kontinuitas), dan berisi hal-hal baru
(aktualitas).
Jenis-jenis media massa adalah Media Massa Cetak (Printed Media),
Media Massa Elektronik (Electronic Media), dan Media Online
(Cybermedia). Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, dan film.
Sedangkan media cetak –berdasarkan formatnya— terdiri dari koran atau
suratkabar, tabloid, newsletter, majalah, buletin, dan buku. Media Online
adalah website internet yang berisikan informasi- aktual layaknya media massa
cetak.
Produk Utama Jurnalistik: Berita
Aktivitas atau proses jurnalistik utamanya menghasilkan berita, selain
jenis tulisan lain seperti artikel dan feature.
Berita adalah laporan peristiwa yang baru terjadi atau kejadian aktual yang
dilaporkan di media massa.
Tahap-tahap pembuatannya adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan fakta dan data peristiwa yang bernilai berita –aktual,
faktual, penting, dan menarik—dengan “mengisi” enam unsur berita 5W+1H
(What/Apa yang terjadi, Who/Siapa yang terlibat dalam kejadian itu, Where/Di
mana kejadiannya, When/Kapan terjadinya, Why/Kenapa hal itu terjadi, dan
How/Bagaimana proses kejadiannya)
2. Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H
dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik= kalimatnya
pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas, langsung ke pokok
masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.
3. Komposisi naskah berita terdiri atas: Head (Judul), Date Line
(Baris Tanggal), yaitu nama tempat berangsungnya peristiwa atau tempat berita
dibuat, plus nama media Anda, Lead (Teras) atau paragraf pertama yang
berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik, dan Body
(Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead.
Apa pengertian berita?
Berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang baru atau keterangan yang
terbaru tentang suatu peristiwa; suatu fakta yang menarik perhatian atau
gagasan yang perlu disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum.
Unsur-unsur apa saja yang membentuk suatu berita?
Unsur-unsur yang mempengaruhi suatu fakta atau gagasan sehingga dapat dijadikan
berita adalah :
1. Penting (significance), yaitu kejadian yang dapat mempengaruhi orang banyak
atau kejadian yang punya dampak terhadap kehidupan para pembaca.
2. Besar (magnitude), yaitu kejadian yang menyangkut angka-angka berarti bagi
kehidupan orang banyak atau kejadian yang dapat berakibat dijumlahkan dalam
rangka menarik buat pembaca.
3. Waktu (timeless), yaitu kejadian yang menyangkut hal-hal yang baru terjadi
atau baru ditemukan.
4. Dekat (proximity), yaitu kejadian yang dekat bagi pembaca. Kedekatan ini
bisa bersipat geografis ataupun emosional.
5. Tenar/populer, luar biasa (prominence), menyangkut hal-hal yang terkenal
atau sangat terkenal oleh pambaca.
6. Manusiawi (human interest), yaitu kejadian yang memberikan sentuhan perasaan
bagi para pembaca, kejadian yang menyangkut orang biasa dalam situasi luar
biasa atau orang besar dalam situasi biasa.
Apa yang dimaksud bahasa berita?
Bahasa berita adalah bahasa yang disyaratkan sederhana tidak bercampur baur dengan
kata-kata asing dan kata-kata yang kurang atau tidak dipahami pembaca. Selain
itu dalam bahasa berita hindari pemakaian kalimat terbalik dan kata-kata penat.
Apa saja syarat-syarat berita itu?
Berita harus memenuhi syarat :
1. Harus benar, apa yang diberitakan itu sesuai fakta dengan bukti-bukti yang
konkrit.
2. Sederhana, berita yang ditulis harus sederhana baik dalam isi maupun
bahasanya sehingga dapat dimengerti oleh berbagai lapisan masyarakat.
3. Singkat, berita yang baik adalah tidak bertele-tele, langsung pada pokok
permasalahan, singkat jelas dan padat sehingga tidak menimbulkan kebosanan pada
pembaca.
4. Jelas, apa yang diberitakan itu tidak semu, jelas dan bisa dipertanggung
jawabkan.
5. Hidup, apa yang diberitakan harus mendorong minat pembaca untuk terus
membaca dan mengikuti perkambangan berikutnya. Pembaca ikut merasakan.
Berita memiliki berbagai ragam, mohon dijelaskan?
Pembagian jenis berita dapat digolongkan menjadi 3 golongan :
1. Berita langsung (straight news)
2. Berita ringan (soft news)
3. Berita kisah (feature)
Apa yang dimaksud berita aktual (hard news)?
Berita aktual adalah uraian peristiwa, pendapat, atau realitas yang harus
disajikan kepada khalayak secepatnya karena memiliki nilai berita yang tinggi.
Berita aktual ini sering dijadikan berita utama media cetak atau dijadikan menu
utama pada pemberitaan televisi, bahkan secara khusus berita ini dijadikan menu
pada “sekilas info “(RCTI) atau “Aktualita” (AN-teve), “Fokus Utama” (Indosiar)
atau nama lainnya yang memiliki maksud sama.
Mohon dijelaskan berita ditinjau dari sudut geografi !
Berita ditinjau dari sudut geografi terbagi 3 yaitu : berita lokal, nasional,
dan internasional.
berita jika ditinjau sudut masalahnya terbagi dalam bidang atau masalah apa
saja?
Berita ditinjau sudut masalahnya terdiri dari bidang atau masalah politik,
ekonomi, agama, budaya, ilmu pengetahuan, olah raga, tekhnik, militer,
filsafat, dan tata negara.
Sumber : Dari Berbagai Sumber