Senin, 26 November 2012

Berhentilah untuk........

Bagian I :
Hidup dan perjalanan hidup manusia selalu diwarnai dengan bumbu-bumbu, warna-warni dan dipenuhi dengan berbagai dinamika dan logika yang real terjadi.

Perjalanan hidup dipenuhi dengan teka-teki yang sulit untuk dilalui, diketahui dan diprediksi. Demikian pula degan hidup ini dalam menjalani hidup, terkadang hidup selalu ingin sesuai dengan kemauan dan keinginan. Namun tidak semuanya dapat dikatakan sebagai sebuah ketakutan. Berhentilah untuk takut, bangkit dan mencobalah dan terus mencobalah. 

Realita tentang hidup memang sulit untuk dimengerti, dipahami dan dirasakan. Proses hidup memang sangat membutuhkan kesabaran, pengertian dan harus bisa menerima apa adanya tanpa ada dusta dan air mata. Berhentilah untuk menyesali, berubahlah kearah yang lebih baik dan belajarlah dari kesalahan. 

Kehidupan sejatinya menerima segala persoalan sebagai tantangan untuk meraih dan mendapatkan apa yang ingin dirasakan. Sumber hidup dalam kehidupan pada kenyataan adalah menerima kenyataan dan takut akan kenyataan. Berhentilah mengeluh, kuatkan sumber persoalan sebagai sumber penyemangat dan hidup merupakan sumber berkat dan anugerah dari Yang Kuasa. 

Sumber kasih atau cinta dalam hidup adalah perbuatan. Perbuatan yang selalu diperoleh, dipupuk dan didapatkan dengan saling terbuka, apa adanya dengan sesama dan semua. Kasih terkadang beriringan dan kasih diperoleh dengan suka dan duka hidup. Tidak semua kasih dapat di raih dan tidak semua kasih dapat diterima. Berhentilah menangisi kasih/cinta bila tak sampai, buatlah kasih/ cinta untuk semua dan sesama tanpa mengharapkan imbalan.

Satu kejujuran dalam hidup sangat dibutuhkan. Kejujuran menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan. Berhentilah berbohong/berdusta. Berbohong ataupun sikap tidak jujur hanya akan membuat hidup penuh dengan kemunafikan dan membuat hidup selalu cemas dan tidak tenang. 

Sumber maaf/ menyesali semua kesalahan dan dosa terhadap Tuhan serta sesama merupakan sikap atau perbuatan untuk selalu memperbaiki situasi atau keadaan. Berhentilah dendam/memusuhi sesama. Belajarlah untuk saling menerima dan saling memaafkan.

Kehidupan atau hidup kita semua manusia di dunia ini hanya sementara, tidak ada yang sempurna dan kekal didunia ini. Berhentilah untuk membedakan/perbedaan. Hidup saling melengkapi sudah menjadi kodrat. Terimalah hidup apa adanya.
 
Bersambung…..
Sebuah perenungan Sore, Katapang, Kalbar. @Pit 26/11/12.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar