Selasa, 18 Desember 2012

Lagu Ini sebagai Pengingat dan Penyemangat



Tulisan ini ku persembahkan bagi teman-teman yang mengalami keterbatasan atau disfungsi anggota tubuh.
            Sebuah lagu yang sedikit membuatku bisa untuk semangat dan tersenyum. Lagu anak-anak memang, tapi bagiku lagu ini sangat membangkitkan jiwa hidup ini. Judul lagunya; “Tanganku Kerja Buat Tuhan“. Liriknya seperti ini :
Tanganku Kerja Buat Tuhan,
Mulutku Puji Nama-Nya,
Kakiku berjalan cari Jiwa,
Upahmu besar di Surga…
            Lagu ini singkat, namun sangat kaya akan makna bagi saya, mungkin juga bagi kita semua dalam menjalani hidup ini. Mungkin bagi saya baik untuk jadi bahan perenungan bersama. Betapa beruntungnya kita, karena memiliki dua tangan, memiliki mulut, memiliki sepasang kaki. Pertanyaannya adalah, bagaimana ketika ada dari antara kita dianugerahi Tuhan tidak memiliki kedua tangan atau tangan tidak lengkap, memiliki mulut namun tidak bisa berkata-kata dan memuji, memiliki kaki dan tangan namun tidak sepasang ?.
            Sepasang tangan dan sepasang kaki serta satu mulut di beri oleh Yang Maha Kuasa sebagai sarana atau alat yang baik untuk digunakan sebagai pondasi ibarat sebuah rumah. Kedua tangan ini digunakan untuk bekerja, memberi dan menopang lewat uluran tangan untuk menolong sesama. Dengan tangan dapat meraih sesuatu, dengan tangan bisa merampas dan mencuri, melalui tangan kita bisa berkreasi dan berkarya.
            Sepasang kaki digunakan untuk melangkah berjalan, dengan kaki kita bisa mengembara. Dengan kaki kita bisa melangkah kemana pun arah yang ingin dituju. Sepasang kaki membuat kita untuk kuat dan kokoh berdiri, kaki mampu melangkah dengan dimulai dengan langkah pertama.
            Mulut memiliki peranan yang sangat besar bagi kita manusia, melalui mulut kita bisa makan, melalui mulut kita bisa bicara. Mulut sangat berpengaruh, melalui mulut kita berkata-kata, dengan mulut kita mampu berucap, dengan mulut kita bisa menyatakan bahagia dan marah. Mulut membuat manusia bisa bersosialisasi dan berkompromi, dengan mulut kita bisa bernyanyi, tertawa, mengungkap kemarahan serta cinta.
            Kelengkapan akan anggota tubuh memang sangat membantu didalam kehidupan ini. Namun terkadang hidup yang di anugerahi oleh Tuhan berupa tangan dan kaki yang lengkap banyak diantaranya yang tidak mensyukuri itu. Ada yang menggunakan kaki dan tangan hanya untuk mencuri dan berkelahi, ada juga yang menggunakan kaki dan tangan untuk berbuat baik dan menolong sesama dengan bijaksana.
             Lalu bagaimana dengan nasib sesama yang dianugerahi hidup dengan keterbatasan???. Kerap kali mereka menjadi bahan perolokan, jadi bahan caci maki dan tidak dianggap. Namun patut di syukuri teman-teman yang memiliki keterbatasan ada yang mampu berbuat sesuatu dengan karya dan karsanya. Banyak diantara mereka yang hidup penuh dengan kebahagiaan dan suka cita, penuh dengan perbuatan dan penuh dengan kasih sayang serta mampu menjadi sumber motivasi bagi orang lain dan sesama.
            Hidup kita manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan penuh kekurang dan kelebihan. Kita semua diwajibkan untuk saling menerima keadaan dan mensyukuri itu sebagai anugerah terindah. Bukankah kita diciptakan untuk saling berbagi, untuk saling menghormati serta saling melengkapi. Nyatakan perbuatan hidup dengan kekurangan dan kelebihan kita perbuatan tanpa banyak mengeluh dan rapuh, tanpa tangis dan derita. Jangan sesali hidup, terus tersenyumlah, teruslah semangat, terus berkarya dan buatlah hidup ini berarti bagi semua dan sesama, karena upahmu besar di Surga.

@ Petrus Kanisius “Pit”, Ketapang, Kalbar, 18/12/12.

Kamis, 06 Desember 2012

Berhentilah untuk........



Sambungan dari Berhentilah untuk I : Berhentilah untuk........

Bagian  II :
Hidup dalam perjalanan hidup atau menjalani hidup sering kali mengalami cobaan, seringkali kita mengeluh dengan keadaan. Berhentilah untuk menangisi keadaan. Buatlah rangkaian cobaan itu sebagai sebuah kekuatan untuk maju dan terus melangkah.
Tangis, derita, kecewa dan perih yang dirasakan sebagai ungkapan ketidakmampuan atau kekesalan akan suatu persoalan seringkali mendera hidup ini. Setiap persoalan dalam hidup ini tidak kunjung usai mendera, namun kita diajarkan untuk terus bersabar dengan keadaan/persoaalan yang mendera. Berhentilah bersedih. Buatlah diri kuat untuk menghadapi segala perkara. Setiap perkara sebagai sumber kekuatan untuk menjadikan hidup lebih berarti.
Sebuah janji dalam hidup / menjalani hidup sebagai tanda perbuatan hidup atau kehidupan yang harus dijalankan untuk ditepati. Sebuah janji dapat dikatakan sebagai komitmen. Berhentilah untuk berjanji bila tidak bisa memenuhi janji. Sebuah janji sesungguhnya merupakan hutang.
Kekuatan akan pikiran dan perbuatan bisa mempengaruhi hidup ini terutama diri. Kekuatan pikiran dan perbuatan tidak terlepas dari hal positif dan negatif selalu beriringan dalam hidup ini. Hidup / kehidupan manusia sering di hadapkan dengan dua hal ini. Berhentilah untuk berpikiran negatif. Pikiran dan perbuatan negatif ibarat mata pisau.    
Seringkali kita dalam hidup ini membanggakan diri atau sombong yang berlebihan terhadap orang lain tentang capaian / keberhasilan, kekuasaan dan kekayaan. Tuhan menciptakan manusia untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Sering kali kita tidak mengganggap orang kecil / tidak berdaya / orang kurang dari segi kecukupan materi dan lain sebagainya. Berhentilah untuk  sombong dan keras kepala. Kita hidup diajarkan utntuk saling berdampingan, bersama dan melengkapi.
Hidup di bumi ini hanya sesaat, kapan dan dimana kita tidak mengetahui akhir dari hidup atau kehidupan ini. Buatlah hidup itu apa adanya mengalir seperti air,  tanpa memaksa /paksaan dan menyesali. Sesunggunya hidup ini sumber anugerah.
@ Sebuah Perenungan Siang; Pit, Ketapang, Kalbar 07/12/12.
  


HIDUP BUKAN BERARTI.....



Memberi bukan berarti  melimpah,
Menerima bukan berarti menadah,
Mencintai bukan berarti  bahagia,
Menderita bukan berarti kecewa,
Miskin bukan berarti lemah,
Kaya bukan berarti kuat,
Sehat bukan berarti  sempurna,
Sakit bukan berarti tidak berdaya,
Menghargai bukan berarti menerima,
Suci  bukan berarti  tidak dosa,
Mengaduh bukan berarti mengeluh,
Mencoba bukan berarti bisa,
Tertawa bukan berarti tidak menangis,
Menangis bukan berarti berserah,
Menyerah bukan berarti kalah,
Benar bukan berarti tidak salah,
Cuek bukan berarti tidak ramah,
Benci bukan berarti tidak sayang.

HIDUP BERARTI, BUKAN BERARTI TANPA ILAHI.

SYUKURI ANUGERAH HIDUP SEBAGAI  HADIAH TERINDAH DARI-NYA.

@PIT,Ketapang, Kalbar.05/12/12.