Tulisan
ini ku persembahkan bagi teman-teman yang mengalami keterbatasan atau disfungsi
anggota tubuh.
Sebuah lagu yang sedikit membuatku
bisa untuk semangat dan tersenyum. Lagu anak-anak memang, tapi bagiku lagu ini
sangat membangkitkan jiwa hidup ini. Judul lagunya; “Tanganku Kerja Buat Tuhan“. Liriknya seperti ini :
Tanganku Kerja Buat Tuhan,
Mulutku Puji Nama-Nya,
Kakiku berjalan cari Jiwa,
Upahmu besar di Surga…
Lagu ini singkat, namun sangat kaya
akan makna bagi saya, mungkin juga bagi kita semua dalam menjalani hidup ini.
Mungkin bagi saya baik untuk jadi bahan perenungan bersama. Betapa beruntungnya
kita, karena memiliki dua tangan, memiliki mulut, memiliki sepasang kaki.
Pertanyaannya adalah, bagaimana ketika ada dari antara kita dianugerahi Tuhan
tidak memiliki kedua tangan atau tangan tidak lengkap, memiliki mulut namun
tidak bisa berkata-kata dan memuji, memiliki kaki dan tangan namun tidak
sepasang ?.
Sepasang tangan dan sepasang kaki
serta satu mulut di beri oleh Yang Maha Kuasa sebagai sarana atau alat yang
baik untuk digunakan sebagai pondasi ibarat sebuah rumah. Kedua tangan ini
digunakan untuk bekerja, memberi dan menopang lewat uluran tangan untuk
menolong sesama. Dengan tangan dapat meraih sesuatu, dengan tangan bisa
merampas dan mencuri, melalui tangan kita bisa berkreasi dan berkarya.
Sepasang kaki digunakan untuk
melangkah berjalan, dengan kaki kita bisa mengembara. Dengan kaki kita bisa
melangkah kemana pun arah yang ingin dituju. Sepasang kaki membuat kita untuk
kuat dan kokoh berdiri, kaki mampu melangkah dengan dimulai dengan langkah
pertama.
Mulut memiliki peranan yang sangat
besar bagi kita manusia, melalui mulut kita bisa makan, melalui mulut kita bisa
bicara. Mulut sangat berpengaruh, melalui mulut kita berkata-kata, dengan mulut
kita mampu berucap, dengan mulut kita bisa menyatakan bahagia dan marah. Mulut
membuat manusia bisa bersosialisasi dan berkompromi, dengan mulut kita bisa
bernyanyi, tertawa, mengungkap kemarahan serta cinta.
Kelengkapan akan anggota tubuh
memang sangat membantu didalam kehidupan ini. Namun terkadang hidup yang di
anugerahi oleh Tuhan berupa tangan dan kaki yang lengkap banyak diantaranya
yang tidak mensyukuri itu. Ada yang menggunakan kaki dan tangan hanya untuk
mencuri dan berkelahi, ada juga yang menggunakan kaki dan tangan untuk berbuat
baik dan menolong sesama dengan bijaksana.
Lalu bagaimana dengan nasib sesama yang
dianugerahi hidup dengan keterbatasan???. Kerap kali mereka menjadi bahan
perolokan, jadi bahan caci maki dan tidak dianggap. Namun patut di syukuri
teman-teman yang memiliki keterbatasan ada yang mampu berbuat sesuatu dengan
karya dan karsanya. Banyak diantara mereka yang hidup penuh dengan kebahagiaan
dan suka cita, penuh dengan perbuatan dan penuh dengan kasih sayang serta mampu
menjadi sumber motivasi bagi orang lain dan sesama.
Hidup kita manusia diciptakan Tuhan
Yang Maha Kuasa dengan penuh kekurang dan kelebihan. Kita semua diwajibkan
untuk saling menerima keadaan dan mensyukuri itu sebagai anugerah terindah.
Bukankah kita diciptakan untuk saling berbagi, untuk saling menghormati serta
saling melengkapi. Nyatakan perbuatan hidup dengan kekurangan dan kelebihan
kita perbuatan tanpa banyak mengeluh dan rapuh, tanpa tangis dan derita. Jangan
sesali hidup, terus tersenyumlah, teruslah semangat, terus berkarya dan buatlah
hidup ini berarti bagi semua dan sesama, karena upahmu besar di Surga.
@ Petrus Kanisius “Pit”, Ketapang, Kalbar, 18/12/12.