Selasa, 09 Maret 2010

Orangutan Beranak di Hutan Tanjung Pasar

Orangutan Beranak di Hutan Tanjung Pasar
Oleh : Petrus Kanisius /Pit
Minggu, 31/01/10 kami bersama dengan teman-teman Pencinta Hutan dan Satwa mengadakan kunjungan sekaligus Observasi di Tanjung Pasar, kami didamping oleh Bapak Al. Yan Sukanda. Kunjungan ini atas dasar informasi dari Bapak Busman, beliau mengatakan bahwa di Tanjung Pasar ada Orangutan beranak. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 wib dengan sepeda motor dan membawa perlengkapan kamera dan perlengkapan lainnya untuk Hunting, kami tiba di lokasi kira-kira jam 10.00 wib.
Setelah sampai di lokasi, kami langsung menjelajahi hutan dengan maksud tidak sabar dan penasaran ingin bertemu dengan Orangutan. Sekitar setengah jam perjalanan kami menemukan berbagai macam tanaman seperti pohon tengkawang, karet, dan kayu hutan lainnya. Selang beberapa menit perjalanan, kami menemukan sarang demi sarang orangutan, dari keseluruhan sarang, kami menemukan 6 sarang, 4 diantaranya sarang lama dan 2 sarang baru.
Ada beberapa sumber baru yang kami dapatkan dari masyarakat di Tanjung Pasar, Area rimba Gambut di Hulu Sungai Sentap tidak hanya habitat Orangutan, lokasi Tanjung Pasar Panjang Bujuran Pematang diperkirakan sekitar 5 kilometer dan lebar 500 meter. diperkirakan bekas pemukiman kuno ratusan tahun silam menyimpan kekayaan budaya yang tidak ternilai tutur Al. Yan Sukanda. Sayangnya tempat tersebut akan dijadikan untuk perkebunan sawit. Menurut bapak busman, hampir seluruh masyarakat di Tanjung Pasar menginginkan perkebunan sawit, lebih lanjut beliau mengatakan hutan milik masyarakat semakin terancam.
Seperti yang kami temukan di lapangan potensi hutan Tanjung Pasar dapat dijadikan sebagai sumber Pariwisata alam bagi Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat secara umum. Dikatakan demikian karena ada bebeberapa alasan, pertama, hutan Desa dapat dijadikan tempat pariwisata, tentunya ini menjadi sumber Pendapatan Daerah. Pengelolaaan lingkungan secara berkelanjutan merupakan satu arahan maksimal untuk menentukan pemanfaatan hutan secara baik. Kedua, hutan desa masyarakat Tanjung Pasar, dapat disebutkan sebagai tempat masyarakat untuk mendapatkan sumber penghasilan lain dari pemanfaatan hasil sungai seperti ikan. Ketiga, hutan masyarakat dapat dijadikan sebagai pendidikan lingkungan bagi anak usia sekolah dan masyarakat umum. Pendidikan lingkungan merupakan landasan dasar pengenalan secara dini sebagai penyadaran secara luas kepada masyarakat tentang hutan.
Lahan hutan desa Tanjung Pasar dapat dikatakan memiliki sumber utama sebagai bahan percontohan untuk di kelola secara epektif sebagai dasar lingkungan hijau secara berkelanjutan.
Sangatlah disayangkan apabila hutan masyarakat dijadikan perkebunan sawit, menginggat lahan hutan ini sebagai salah satu habitat satwa yang tidak dapat digantikan dan hampir dipastikan hutan semakin kritis, satwa semakin terancam, masyarakat semakin susah. Intinya bagaimanakah kita menyikapi hal ini, peran serta dari seluruh masyakat untuk menjaga merupakan solusi terbaik,dengan demikian hutan tetap terjaga dan hutan dan satwa tetap lestari. Apabila tidak, maka hutan tinggal kenangan dalam sebuah sejarah dan masyarakat hanya dapat mengenang dan mendengarkan cerita masa lalu.
Hampir empat jam berjalan, kami memutuskan untuk pulang berhubungan hari sudah semakin sore. Penjelajahan di hutan Tanjung Pasar kami cukupkan pada hari itu dan berencana ingin secara rutin mengunjungi kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar