Selasa, 09 Maret 2010

Hemat Listrik di dapur

Menghaemat listrik yang kita gunakan sehari-hari teramsuk tindakan yang mendukung kepedulian lingkungan dengan cara menghemat listrik. Kita mengurangi bahan bakar Fokus tak terbarukan yang digunakan untuk menghasilkan listrik. Menghemat konsumsi listrik dapat di mulai dari rumah tangga. Dapur salah satunya, karena area ini memiliki banyak peralatan ektronik. Sejumlah kebiasaan irit listrik yaitu dapat kita mulai dari:
1. Gunakan lemari es secara bijak, jangan memasukkan makanan yang terlalu panas kedalam lemari es. Hindari pula memasukkan terlalu banyak makanan, sehingga lemari es sangat penuh. ini akan membuat lemari es bekerjaa terlalu keras untuk mendinginkan makanan. Akibatnya, energy yang di keluarkan pun semakin boros.
2. Bersihkan alat-alat masak secara berkala. Alat yang kotor dan berkerak, kerjanya akan terhambat. Pada kompor misalnya, kotoran yang menempel akan memperlambat pemanasan. Dengan begitu, energi yang di keluarkan, entah dari listrik atau gas lebih banyak terpakai.
3. Lakukan pekerjaan dapur denagan tangan, jika masih memungkinkan. Hindari terlalu banyak menggunakan perangkat misalnya pembuka kaleng, perajang bumbu atau penyocok bahan makanan yang ringan.
4. RAjinlah merawat semua peralatan dan elektronik dapur, agar kerjanya maksimal. Pisau pada belender contohnya: jika ada bagian yang tersumbat pisaunya butuh energi lebih banyak untuk berputar. Pada lemari es, bagian belakang yang berdebu menghambat pengeluaran panas dan membuat pendingin lemari es tidak optimal. (Sumber kompas: Minggu (07-02-’10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar