Citizen Reporter
Senin, 12 September 2011
Oleh:
Petrus Kanisius Pit
Warga Ketapang
MENYIMAK kisah dari seribu cerita dari Serambi Mekkah, merupakan karya yang kaya akan kisah dan fakta serta fiksi yang kaya akan bahasan unsur budaya aceh, ungkapan heroik nan energik terjadi di Aceh pada saat tsunami, cerita tentang perjuangan perang antara TNI - GAM dikala itu dan dunia pendidikan di Aceh .
Alur cerita yang disuguhkan oleh Maia Rosyida dalam alur cerita novel ini sangat beragam. Cerita ini secara jelas menggambarkan tentang situasi atau keadaan peristiwa dimana masyarakat Aceh dihadapkan pada cobaan berupa tsunami dan cerita pilu tentang situasi pendidikan dan pergolakan perjuangan masyarakat.
Pembahasan dari sisi cerita novel ini memberikan inspirasi bagi kaum muda khususnya tentang cerita khayalan percintaan dan religious dari masyarakat Aceh dalam menghadapi situasi genting membawakan kita untuk terus teringat dan dapat mengetahui dan membayangkan pada cerita bersejarah tentang tsunami dan perjuangan masyarakat pada saat pemberontakan yang banyak menelan korban jiwa.
Tidak hanya itu di novel ini juga dikupas tentang karakter dari Shafiya memberikan suguhan ungkapan cinta, kasih persahabatan dan pesan-pesan moral yang sarat akan human interest terkait situasi Aceh.
Novel ini membawa kita pada sebuah pandangan tentang keadaan peristiwa, religius dan budaya di Aceh yang membawa arti tentang Kehidupan. Novel ini dikupas sangat menarik, lugas tegas dan tersruktur oleh pengarangnya.
Novel Bunga Di Serambi Mekkah ini terdiri dari 12 bab, masing bab 1, Dekapan Perang, cerita tentang Perang TNI vs GAM. Bab 2, Keindahan Pulau Aceh yang terhempas tsunami. Bab 3, Bunga Perawan tentang kesolehan gadis-gadis aceh dalam menjalankan sholat di Musholla menjelang senja.
Bab 4, Serambi Padepokan cerita tentang bagaimana penghayatan terhadap Ayat-ayat Al-Qur'an oleh para santri. Bab 5, percapapan dan kekaguman seorang Shafiya kepada Eross. Bab 6,Perjuangan hidup masyarakat Aceh pada saat Perang dan pemberontakan. Bab 7, Khayalan cinta Shafiya pada Eross.
Bab 8, kisah drama percintaan antara Andy dan Farah berujung konflik dengan Eross. Bab 9, Sikap tidak ikhlas seorang Shafiya terhadap Al-Qur'an terkait sindiraanya terhadap hukum dan segala pelanggaran peraturan.
Bab 10, Shafiya dihadapkan dengan hukuman terkait kisah percintaannya dengan Eross dan Andy. Bab 11, Pengulasan tentang peribahasa, Pantun-Pantun, dan doa-doa dari Aceh. Bab 12, Bercerita tentang Perpisahan Shafiya tanpa penyesalan tentang semua peristiwa.
Novel ini ini terdiri dari : 128 Halaman, Cetakan Pertama, 2011. Penulis : Maia Rosyida. Penerbit : Emboen Imaji, Mijen Semarang. (*/pio)
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Tribun Pontianak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar