Oleh: Petrus Kanisius Pit
Warga Ketapang
Tribun Pontianak
Citizen Reporter
Selasa, 28 Juni 2011 19:03 WIB
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seiring dengan perkembangan masyarakat pedalaman (mereka petani karet) di Kalimantan Barat para petani terus berjuang mem mpertahankan eksistensinya.
Mereka ingin merasakan keadilan, karena ada sebuah kesenjangan diantara para petani padahal secara kerja sudah tersedia lahan atau kebun mereka.
Yang mengharukan bagi mereka adalah keberpihakan harga terkadang memberatkan mereka. Di tingkat harga masih ada yang sengaja memainkan harga, secara khusus adalah pengusaha. Untuk sementara ini petani karet agak puas dengan adanya harga yang mulai berpihak.
Sebagian besar petani menggantungkan hidup mereka kepada hasil karet. Seperti saat ini harga karet di pasar dunia melambung tinggi, demikian juga harganya di tingkat lokal.
Menurut pendangan para petani karet, dengan adanya sedikit peningkatn harga itu sangat membantu untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka.
Biasanya hasil dari penjualan karet digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak melanjut ke tingkat SMU dan Perguruan Tinggi. Seperti saya alami, semasa kuliah sampai saat ini orangtua sangat tergantung dengan pertanian karet.
Dari sekian banyak orang di kampung saya sebagian besarnya sebagai petani. Ada beberapa poin penting bagi petani karet untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
Pertama, secara global masyarakat di daerah pedalaman sebagai salah satu penghasil karet terbesar, karena secara keseluruhan mereka sangat mengarapkan ada perbaikan di tingkat mereka khususnya tarap hidup.
Tarap hidup masyarakat di derah pedalaman kalbar, lebih khusus masyarakat Kabupaten Ketapang sangat membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, dengan ansumsi dibutuhkan agen perubahan bagi mereka yang selama ini jarang atau bahkan tidak memperhatikan karet.
Seperempat dari wilayah di KabupatenKetapang adalah kebun petani karet dan sisanya adalah lahan untuk berladang atau dapat diartikan sebagai petani padi. Dengan mengacu pada harga karet sekarang, mereka secara langsung dapat bertahan dengan semakin meningkatnya kebutuhan hidup.
Kedua, sebagai lahan yang ramah lingkungan, karet merupakan lahan yang dapat dikembangkan tanpa merusak lahan atau pencemaran lingkungan.
Petani karet pada umumnya adalah mereka yang mengerti dan paham dalam bercocok tanam. Segala kebutuhan memberi harapan yng baik bagi lingkungan dimasa mendatang, mereka ikut menjaga lingkungan sekitar.
Ketiga, dengan peningkatan harga karet paling tidak mampu memberikan imbal balik kepada peningkatan perekonomian masyarakat di daerah. Peningkatan tarap hidup khususnya para petani memang selayaknya perlu untuk mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Selain itu juga petani karet memberikan arti penting bagi petani lain untuk terus semangat dan terus berjuang di era ekonomi sekarang yang tidak menentu. Sebagai catatan kita semua, sumber pendapatan terbesar dari masyarakat pedalaman di Kabupaten Ketapang adalah petani karet.
Perjuangan mereka perlu adanya suatu pengelolaan dan kebijakan nyata yang baik, untuk sementara ini Pemerintah daerah sudah mengarah ke ranah masyarakat khususnya petani karet.
Tindakan nyata Pemda adalah dengan merealisasikan bibit karet dan membatasi perkebunan sawit dan pertambangan. Semoga saja petani karet berjaya di masa mendatang.
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Tribun Pontianak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar